2026-09-23
Klinik Dermatologi Hongdae: Nevus Ota, Alasan Pentingnya Perawatan Ruby Laser (The Ruby Q)
Ulasan klinis mengenai Nevus Ota dan efektivitas penanganan pigmen dermal menggunakan Ruby Laser (The Ruby Q 694nm) di Nine Clinic Hongdae secara bertahap dan aman.


Halo.
Saya Lee Go-eun, Direktur Utama Nine Clinic Hongdae.
Banyak orang merasa terganggu dengan pigmentasi
kebiruan atau abu-abu kecokelatan
di sekitar area mata atau tulang pipi yang telah ada sejak lama.
Awalnya, kondisi ini kerap dianggap sekadar noda biasa,
namun pigmentasi yang berada di lapisan kulit dalam
bisa jadi merupakan Nevus Ota.
Meskipun tampak sebagai pigmentasi di wajah,
tidak semuanya dapat ditangani dengan metode yang sama.
Hal ini karena jenis laser dan metode penanganan yang sesuai
dapat berbeda tergantung pada jenis, kedalaman pigmen, serta kondisi kulit masing-masing orang.
Hari ini, bagi Anda yang sedang mempertimbangkan perawatan pigmentasi
di klinik dermatologi Hongdae,
saya akan menjelaskan karakteristik Nevus Ota
serta alasan mengapa Ruby Laser (The Ruby Q) digunakan dalam perawatannya.
1. Nevus Ota, apa bedanya dengan noda biasa?

Nevus Ota adalah
salah satu bentuk dermal melanocytosis yang muncul
terutama di sekitar area mata, tulang pipi, pelipis, atau dahi
dengan spektrum warna kebiruan, keabu-abuan, maupun kecokelatan.
Berbeda dengan pigmentasi epidermal biasa,
kondisi ini ditandai dengan sel melanosit
yang mengandung melanin berada di lapisan dermis kulit.
Karena pigmen berada di lapisan dalam kulit,
pada permukaan kulit ia tampak tidak hanya berwarna cokelat,
tetapi juga terlihat bercampur rona biru atau abu-abu.
Kondisi ini bisa bersifat bawaan sejak lahir,
namun ada juga yang baru terlihat jelas seiring pertumbuhan
atau pertama kali disadari setelah masa remaja.
Oleh karena itu, daripada menyimpulkannya sebagai sekadar noda biasa
hanya dengan melihat warna di permukaan,
sangat penting untuk mengidentifikasi jenis pigmentasi terlebih dahulu.
Diagnosis akurat mengenai jenis dan kedalaman pigmen
adalah kunci utama dalam menentukan arah perawatan yang tepat.
2. Alasan digunakannya Ruby Laser (The Ruby Q) untuk Nevus Ota
Nevus Ota adalah lesi berpigmen di mana
sel-sel bermelanin terletak di lapisan dermis.
Saat merawat pigmen melanin yang terletak
jauh di dalam kulit seperti ini,
memilih panjang gelombang dan mode penyinaran yang sesuai dengan sifat pigmen
jauh lebih krusial daripada sekadar menggunakan energi tinggi.
Salah satu perangkat yang efektif digunakan untuk penanganan Nevus Ota
adalah Ruby Laser (The Ruby Q).

Ruby Laser menggunakan panjang gelombang 694nm,
yang memiliki tingkat penyerapan sangat tinggi terhadap melanin.
Selain itu, dengan sistem Q-switched,
energi dihantarkan dalam durasi yang sangat singkat
sehingga mampu menargetkan sel berpigmen melanin secara selektif.
Q-switched Ruby Laser 694nm
telah lama diandalkan dalam penanganan Nevus Ota,
dan berbagai studi klinis telah melaporkan bahwa
pigmentasi memudar secara bertahap melalui serangkaian perawatan berkala.
Perangkat The Ruby Q dari JMEC Jepang yang kami gunakan di Nine Clinic Hongdae
merupakan laser Q-switched Ruby berpanjang gelombang 694nm,
yang dirancang untuk menghantarkan energi dengan lebar denyut singkat 20ns pada mode Q-switched,
serta dikombinasikan dengan mode Ruby Toning untuk memaksimalkan hasil perawatan.
Perangkat ini juga mengadopsi Top Hat Beam Profile
agar energi terdistribusi secara relatif homogen pada area yang diterapi,
serta menggunakan mode spot heksagonal yang dirancang untuk
meminimalkan tumpang tindih berlebih atau area yang terlewatkan saat penembakan laser.
Meski demikian, walaupun sama-sama didiagnosis sebagai Nevus Ota,
tingkat kepekatan, luas, kedalaman pigmen,
serta kondisi kulit masing-masing pasien dapat bervariasi.
Oleh karena itu,
bukan hanya spesifikasi alat yang menjadi pertimbangan,
melainkan evaluasi kondisi kulit dan lesi secara cermat
untuk menentukan rentang tembakan dan tingkat energi yang tepat.
3. Apakah Nevus Ota bisa tuntas hanya dengan satu kali laser?
Saat sesi konsultasi,
terkadang ada pasien yang bertanya,
"Apakah bisa langsung hilang jika dilakukan sekali dengan energi yang kuat?"

Karena letak melanin Nevus Ota berada di dermis,
umumnya hasil keseluruhan perawatan
sulit dinilai hanya dari satu sesi tindakan.
Berbagai riset klinis menggunakan Q-switched Ruby Laser
juga menunjukkan bahwa
pigmen memudar secara bertahap melalui perawatan yang diulang secara berkala,
bukan secara instan.
Bukan berarti memberikan energi yang terlalu kuat demi hasil cepat
merupakan langkah yang tepat.
Setelah perawatan,
dapat timbul kemerahan, pembengkakan, atau krusta tipis,
dan tergantung pada kondisi kulit, ada kemungkinan terjadi hiperpigmentasi pascainflamasi atau hipopigmentasi sementara.
Maka dari itu, alih-alih mematok jumlah sesi secara kaku,
sangat penting untuk menyesuaikan rencana dan interval perawatan berikutnya
dengan memantau respons kulit dan perubahan pigmen setelah setiap tindakan.
4. Apa yang harus dipastikan terlebih dahulu sebelum perawatan pigmen di Hongdae?
Meskipun Ruby Laser (The Ruby Q)
sangat efektif untuk Nevus Ota,
bukan berarti alat ini dapat diterapkan dengan cara yang sama
ke semua jenis pigmentasi yang berwarna kebiruan atau kecokelatan.
Sebab, noda yang tampak serupa dari luar
bisa jadi memiliki jenis lesi dan kedalaman yang berbeda.

Oleh sebab itu, hal pertama yang selalu saya prioritaskan dalam penanganan pigmentasi
adalah membedakan dan mendiagnosis secara presisi jenis bercak yang terlihat.
Setelah memastikan apakah kondisi tersebut merupakan Nevus Ota atau lesi pigmentasi lainnya,
barulah jenis laser dan rencana terapi yang optimal dapat ditentukan.
Jika Anda memiliki bercak kebiruan atau abu-abu kecokelatan
di area mata, tulang pipi, atau pelipis yang tak kunjung hilang
dan sedang mencari klinik dermatologi di Hongdae,
sebaiknya jangan hanya berpatokan pada nama alat,
tetapi periksakanlah dahulu jenis dan karakteristik pigmentasi Anda secara mendalam.
Mengenali karakteristik pigmen secara akurat dan memilih panjang gelombang serta metode yang sesuai
adalah titik awal paling mendasar dalam keberhasilan perawatan Nevus Ota.
Terima kasih telah membaca ulasan ini 😊

Kami berdedikasi mendukung kecantikan Anda di setiap momen.
Klinik Dermatologi Hongdae,
Dari Lee Go-eun, Nine Clinic Hongdae.


Tahukah Anda,
bahwa kami juga memiliki kanal YouTube?
Kanal ini membagikan informasi ringkas dan bermanfaat mengenai beragam prosedur perawatan kulit,
jangan lupa berkunjung ya 😊

Goeun Skin Lee Go-eun Berbagi video dengan teman, keluarga, dan seluruh dunia www.youtube.com
#KlinikDermatologiHongdae #KlinikKulitHongdae #LaserPigmenHongdae #NevusOtaHongdae #NevusOta #PerawatanNevusOta #LaserNevusOta #RubyLaser #TheRubyQ #PerawatanPigmentasi #LaserPigmentasi #Hiperpigmentasi #MenghilangkanFlek #LaserWajah #NineClinicHongdae
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa perbedaan antara Nevus Ota dan noda flek biasa?
Perbedaan utamanya terletak pada kedalaman letak pigmen di lapisan kulit. Flek biasa umumnya berada di epidermis, sedangkan Nevus Ota merupakan dermal melanocytosis di mana sel melanosit berada di lapisan dermis kulit. Hal ini membuat tampilannya tampak tidak hanya kecokelatan, tetapi juga bercampur rona biru atau abu-abu.
Bagaimana prinsip kerja laser The Ruby Q?
Laser ini menggunakan panjang gelombang 694nm yang memiliki absorpsi selektif sangat tinggi terhadap melanin. Dengan sistem Q-switched yang menghantarkan energi dalam durasi sangat singkat, laser menargetkan sel berpigmen di lapisan dermis dengan aman guna memudarkannya secara bertahap tanpa merusak jaringan sekitar berlebihan.
Bisakah Nevus Ota dihilangkan hanya dalam satu kali sesi laser?
Tidak, Nevus Ota tidak dapat dihilangkan secara instan dalam satu kali tindakan. Mengingat pigmen tertanam di lapisan dermis yang dalam, penggunaan energi berlebih dalam satu sesi berisiko menimbulkan komplikasi. Diperlukan beberapa sesi perawatan berkala yang disesuaikan dengan respons kulit demi hasil yang aman dan optimal.
Apa efek samping yang mungkin timbul setelah tindakan Ruby Laser?
Setelah prosedur, kemerahan, sedikit bengkak, dan krusta tipis dapat muncul sementara. Selain itu, tergantung pada jenis kulit dan intensitas energi, dapat terjadi hiperpigmentasi atau hipopigmentasi sementara. Oleh sebab itu, pemantauan berkala bersama dokter spesialis sangat penting untuk menentukan pengaturan energi yang aman.