2026-10-03
Mengapa Potenza di Klinik Kulit Hongdae Pasti Efektif Mengecilkan Pori yang Melebar
Artikel dari dr. Lee Go-eun (Nine Clinic, Hongdae) yang menjelaskan penyebab pori melebar, cara kerja Potenza, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum perawatan.

“Dok, apakah pori-pori yang sudah melebar benar-benar bisa dikecilkan di klinik kulit Hongdae?”
Halo, saya dr. Lee Go-eun dari Nine Clinic, klinik kulit Hongdae 🙂
Teman-teman, kalau kita cari di internet,
ada yang bilang “pori-pori yang sudah melebar tidak akan pernah kembali lagi”.
Mungkin Anda pernah mendengarnya?
Dulu mungkin memang benar,
tapi sekarang metode perawatannya
serta cara menangani kulit juga sudah banyak berubah.
Tentu saja, secara alami memang sulit untuk dikembalikan seperti semula.
Namun, melalui pendekatan dermatologi,
terdapat berbagai metode yang dapat mengubah struktur pori-pori itu sendiri,
dan itu memang benar-benar ada.

Jadi, hari ini
prosedur yang paling banyak dibicarakan sebagai “perawatan pori” belakangan ini,
saya ingin membahas Potenza.
Mungkin sebagian dari Anda sudah pernah mendengar tentang Potenza,
tetapi ada “hal penting” yang wajib diketahui sebelum menjalani prosedur,
serta poin-poin kunci yang sering terlewatkan oleh banyak orang
akan saya bahas semua di artikel hari ini.
Cukup 3 menit saja, silakan baca sampai habis dengan saksama.
Anda pasti akan memiliki cara pandang baru terhadap pori-pori 🙂
Dok, apa sebenarnya penyebab pori-pori bisa melebar?

Langsung saja ke intinya,
penyebab sebenarnya pori-pori melebar
adalah karena struktur dermis runtuh.
Banyak dari Anda yang berpikir, “Kalau sebum dikurangi, pori-pori pasti akan mengecil,” kan?
Sayangnya, itu hanya melihat hasil yang tampak dari luar saja.
Padahal, yang sebenarnya terjadi adalah struktur “lapisan dermis” di dalam kulit yang runtuh,
dan itulah yang membuat pori-pori melebar.
Kulit kita tersusun dari luar ke dalam, yaitu epidermis → dermis → lapisan lemak subkutan.
Pori-pori menembus epidermis
dan merupakan saluran yang terhubung hingga ke kelenjar minyak (sebasea) di dalam dermis.
Di dalam dermis, ada zat seperti kolagen dan elastin yang menjaga kulit tetap kencang.
Namun, jika zat-zat ini rusak akibat faktor seperti usia, sinar UV, atau peradangan,
dinding yang tadinya menopang pori-pori akan runtuh,
sehingga bukaan pori-pori mengendur dan melebar.
Selain itu, jika sebum berlebih atau peradangan terus berulang,
zat-zat yang merusak kolagen akan semakin banyak diproduksi,
sehingga kerusakannya berlangsung lebih cepat.
Karena itu, hanya mengandalkan pengelupasan kulit mati dan pengendalian minyak memiliki keterbatasan.
Jika bagian dalamnya masih runtuh, pori-pori akan melebar lagi 🥲
Karena alasan inilah, perawatan pori belakangan ini bergeser ke arah regenerasi lapisan dermis itu sendiri,
dengan cara mengisi ulang kolagen.
Mengapa Potenza di Klinik Kulit Hongdae sering disebut dalam perawatan pori?
Tadi sudah saya jelaskan, bukan?
Pori-pori melebar karena bagian dalamnya runtuh.
Maka, perawatannya tentu harus memulihkan bagian dalam kulit.
Itulah sebabnya, belakangan ini alat “regenerasi dermis” sangat populer di klinik kulit,
dan Potenza adalah yang paling sering disebut di antaranya.

Potenza ini
memancarkan energi radiofrekuensi (RF) hingga ke lapisan kulit yang lebih dalam,
dan merupakan perangkat yang merangsang pembentukan kembali kolagen.
Nah, ini poinnya!
Bukan sekadar memancarkan RF,
tetapi juga menggunakan jarum yang sangat tipis
yang ditusukkan sedikit ke dalam kulit untuk menyalurkan energi.
Alasannya,
▶ Lapisan luar kulit jadi lebih sedikit rusak
▶ Hanya struktur di bagian dalam yang distimulasi secara tepat
Jadi, meski permukaannya tampak baik-baik saja,
proses regenerasi sudah dimulai dari dalam.

Satu lagi keunggulannya,
panjang jarum dan intensitas energinya dapat disesuaikan.
Area pori yang dalam bisa ditangani lebih dalam, area yang sensitif lebih dangkal.
Karena bisa disesuaikan dengan tepat, perawatannya aman sekaligus efektif.
Jadi, Potenza bukan sekadar “mesin bagus”,
melainkan alat yang memahami mengapa pori-pori bisa melebar,
dan diakui sebagai perangkat yang mampu mengatasi penyebabnya.
Jika Anda termasuk tipe seperti ini, cobalah pertimbangkan prosedur Potenza!

1. “Sudah rajin merawat pori-pori, tapi tidak ada hasilnya”
Meski sudah rutin melakukan eksfoliasi, pengendalian minyak, dan masker pori,
tampilan kulit memang sudah lebih bersih, tetapi pori-pori masih terasa lebar dan kasar. Pada kondisi seperti ini,
kemungkinan besar lapisan dalam kulit sudah melemah.
Karena Potenza merangsang produksi kolagen di dalam kulit,
Anda bisa merasakan kulit yang tertata ulang dari dalam, bukan sekadar tampak mulus di permukaan.
2. “Pori-pori sih sudah lebih baik, tapi tekstur kulitnya tetap kasar”
Pori-pori memang sudah mengecil, tetapi tekstur kulit masih tidak rata
dan kulit terlihat kusam. Pernahkah Anda merasakan hal seperti ini?
Ini bukan sekadar masalah pori-pori,
melainkan tanda bahwa kepadatan dan tekstur kulit secara keseluruhan perlu dirapikan.
Potenza dapat memperbaiki pori-pori sekaligus tekstur kulit secara bersamaan,
sehingga bisa lebih efektif bagi Anda yang memiliki keluhan kompleks seperti ini.
3. “Kulit saya sensitif, jadi takut dengan bekas luka atau iritasi”
Metode laser konvensional yang memberi stimulasi kuat hingga mengelupas kulit seperti peeling
bisa menjadi beban bagi mereka yang berkulit sensitif.
Potenza dirancang untuk meminimalkan kerusakan pada epidermis sekaligus hanya menstimulasi dermis,
sehingga bisa diterapkan dengan lebih aman pada kulit sensitif maupun kulit yang memiliki bekas jerawat.
Dok! Kalau begitu, ada hal yang perlu diperhatikan saat menjalani Potenza?
Tentu saja.
Sama seperti prosedur kulit lainnya, Potenza juga harus disesuaikan dengan kondisi kulit,
dan pendekatannya harus berbeda-beda. Ini sangat penting!
Contohnya,
Jika kulit tipis tetapi perawatannya terlalu kuat?
→ Bisa muncul hiperpigmentasi dan kemerahan, serta pemulihannya memakan waktu lebih lama.
Jika kulit tebal tetapi perawatannya terlalu ringan?
→ Hasilnya bisa kurang maksimal.
Karena itu, saya selalu memeriksa kondisi kulit terlebih dahulu
secara cermat, karena menurut saya hal itu sangat penting.
▶ Jika kulit tipis → menggunakan jarum dengan risiko kerusakan akibat panas yang lebih kecil
▶ Jika kulit tebal → menggunakan jarum yang dapat menstimulasi lebih dalam
▶ Bahkan dalam satu wajah, penerapannya juga bisa berbeda di setiap area
Sebagai penutup,
hari ini saya sudah menulis tentang Potenza di Klinik Kulit Hongdae dan perawatan pori-pori!
Bukan sekadar karena “terkenal” atau “katanya efeknya bagus”,
tetapi juga mengapa prosedur ini dibutuhkan,
dan bagaimana prinsip kerjanya.
Semoga artikel hari ini membantu Anda memahaminya dengan lebih baik.
Kulit tidak bisa dinilai hanya dari permukaannya.
Dan jika hanya permukaannya yang diubah, hasilnya tidak akan bertahan lama.

Oh, dan sebagai tips terakhir,
belakangan ini cukup banyak yang menjalani Potenza
yang dikombinasikan dengan perawatan skin booster.
▶ Collaster → mengencangkan struktur dermis dan mempercepat produksi kolagen
▶ Juvelook → menghaluskan tekstur kulit, memberi kilau, serta meningkatkan kelembapan dan volume
▶ Rejuran → menenangkan kulit, meredakan iritasi, dan memperkuat skin barrier
Kombinasi seperti ini bekerja dengan mengisi celah yang mungkin terlewatkan oleh masing-masing prosedur,
sehingga perubahan kulit terlihat lebih menyeluruh dan seimbang dibandingkan prosedur tunggal.
(Melalui pemotretan dengan alat diagnosis kulit profesional bernama MarkVu,
kami mengidentifikasi kebutuhan kulit dan merekomendasikan skin booster yang sesuai.)
Mari kita tutup artikel hari ini!
“Kami selalu ingin Anda tampil lebih cantik di setiap momen.”
Salam dari dr. Lee Go-eun di Nine Clinic, Klinik Kulit Hongdae!

Dan, apakah Anda tahu
bahwa kami juga punya kanal YouTube?
Kami membagikan informasi singkat dan bermanfaat seputar berbagai prosedur,
jadi silakan mampir sebentar 😊

#KlinikKulitHongdae #KlinikKulitHongdaeIpgu #KlinikKulitStasiunHongdae #KlinikKulitHapjeong #KlinikKulitSinchon #RekomendasiKlinikKulitHongdae #PotenzaHongdae #LaserPotenza #LaserPori #ProsedurPori #PengecilanPori #PerawatanPori #PengobatanPori #UlasanPotenza #HargaPotenza
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa penyebab mendasar pori-pori melebar?
Penyebab mendasar pori-pori melebar adalah runtuhnya struktur penopang lapisan dermis di dalam kulit. Ketika kolagen dan elastin di dalam dermis rusak akibat penuaan, sinar UV, atau peradangan, dinding yang menopang pori akan melemah sehingga bukaannya mengendur dan melebar. Pengelolaan sebum saja memiliki keterbatasan dalam memulihkan struktur dermis.
Bagaimana prinsip Potenza memperbaiki pori-pori?
Potenza menyalurkan energi radiofrekuensi langsung ke lapisan dermis melalui jarum mikro untuk merangsang regenerasi kolagen. Dengan meminimalkan kerusakan epidermis dan menstimulasi struktur bagian dalam secara presisi, Potenza membantu memulihkan elastisitas di area pori yang dalam, sekaligus merapikan pori yang mengendur dan tekstur kulit yang kasar.
Apakah kulit sensitif juga bisa menjalani Potenza?
Ya, kulit sensitif pun bisa menjalani Potenza dengan panjang jarum dan energi yang disesuaikan dengan kondisinya. Potenza tidak mengelupas kulit, sehingga stimulasi pada epidermis minimal dan risiko bekas luka atau iritasi lebih rendah. Namun, pada area kulit yang tipis, diperlukan pengaturan yang cermat untuk mencegah kemerahan atau hiperpigmentasi.
Apa yang perlu diperhatikan saat menjalani Potenza?
Penting untuk menyesuaikan intensitas energi dan kedalaman penetrasi sesuai ketebalan dan kondisi kulit masing-masing. Jika kulit tipis dirawat terlalu kuat, bisa timbul kemerahan dan hiperpigmentasi serta pemulihan menjadi lebih lama. Sebaliknya, jika kulit tebal dirawat terlalu ringan, hasilnya bisa kurang optimal.
Bolehkah Potenza dikombinasikan dengan skin booster?
Ya, tergantung keluhan kulit masing-masing, Potenza bisa dikombinasikan dengan skin booster. Dengan menambahkan Collaster yang membantu produksi kolagen, Juvelook yang meningkatkan kilau dan kelembapan, atau Rejuran yang membantu menenangkan dan memperkuat skin barrier, hasil perbaikan kulit bisa terlihat lebih seimbang dibandingkan prosedur tunggal.